Selamat Datang di Blog Abdul Alim Yamin

Senin, 20 Oktober 2008

UMB, UMLB, dan CB

PRAKTIKUM PEMBUATAN UMB (Urea Molases Block), UMLB (Urea Mineral Lick Block), dan CB (Coming Block)
The Experiment Of UMB (Urea Molasses Block), UMLB (Urea Mineral Lick Block), dan CB (Coming Block)
Abdul Alim Yamin
Student of Animal Nutrition Departement, Animal Science Faculty
Hasanuddin University
Abstrak
Praktikum ini bertujuan untuk mengatuhui cara pembuatan UMB, UMLB, dan CB sebagai suplemen bagi ternak ruminansia. Pada praktikum ini menggunakan beberapa bahan yaitu molases, urea, NaCl, kapur, mineral sapi, semen, jagung, dedak padi dan air secukupnya. Prinsip kerja dari pembuatan UMB, UMLB, dan CB adalah campuran beberapa bahan disatukan kemudian dipress, apabila telah terbentuk menjadi blok maka bagian tengahnya diberi lubang dan diberi pipa yang berdiameter kecil. Setelah itu, dikeringkan sejenak dan dimasukkan ke dalam oven.
Abstract
The aim of this experiment was to know to manufacture UMB, UMLB, dan CB as supplement for ruminant animal. This experiment used some feedstuff such as molasses, urea, NaCl, chalk, cow mineral, cement, corn meal, rice bran and enough water. The principle of this experiment, some feedstuff were combined then pressed, if they have been a block, thus median of blocks were entered a small diameter of tube. Then, they were dryed a few minutes and put in the oven.

PENDAHULUAN
Ternak ruminansia merupakan ternak yang sangat berperan di dalam memenuhi kebutuhan akan protein hewani bagi masyarakat, utamanya di Negara-negara maju sehingga budidaya ternak ruminansia sangat berkembang dan maju di era modern. Di Negara berkembang seperti saat ini kebutuhan akan protein hewani semakin hari semakin meningkat, hal tersebut disebabkan oleh adanya pergeseran konsumsi masyarakat di dalam kehidupannya. Oleh karena itu, dalam aspek budidaya khususnya dalam teknologi feedlot (penggemukan), sehingga hal yang sangat berperan adalah bagaimana pemberian pakan suplemen yang akan berdampak pada peningkatan berat badan. Selain itu, dampak yang lain adalah memberikan nutrisi bagi tubuh ternak seperti protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Dimana hal tersebut, sangat berperan untuk hidup pokok dan produksi ternak.
Pada akhir ini telah banyak ditemukan pakan suplemen bagi ternak ruminansia seperti UMB (Urea Molases Block), UMLB (Urea Mineral lick Block), dan CB (Coming Block). Ketiga suplemen tersebut menggunakan bahan-bahan dan alat yang sangat sederhana sehingga para petani-peternak yang berada di daerah mampu membuat suplemen, kecuali mungkin di dalam penyediaan bahan baku seperti molasses. Molasses merupakan limbah industri pembuatan gula, dan biasanya hanya terdapat pada daerah-daerah tertentu saja. Di Sulawesi Selatan, hanya terdapat pada kabupaten Bone (Camming dan Arasoe). Sehingga daerah-daerah yang sulit mendapatkan molasses, maka tidak menggunakan molases dengan kata lain daerah-daerah tersebut tidak dapat membuat UMB, tetapi UMLB (Urea Mineral Lick Block) yang dapat dijadikan sebagai sumber protain dan mineral yang tinggi bagi ternak ruminansia utamanya bagi ternak betina yang sedang bunting untuk pembentukan tulang dan gigi foetus.

MATERI DAN METODE
Praktikum ini menggunakan alat-alat ; alat press, timbangan, emeber, baskom, pipa, dan kantong plastic. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah molases, urea, NaCl, semen, kapur, mineral sapi, dedak padi, dan jagung.
Di dalam metode pembuatan dapat diuraikan sebagai berikut :
a) Urea Molases Block (UMB)
Dalam pembuatan UMB dibagi menjadi empat campuran yaitu campuran I (terdiri dari molases 1280g, urea 240g, dan NaCl 200g), campuran II (kapur 200g, mineral sapi 120g), campuran III (semen 280g dan air secukupnya), dan Campuran IV (jagung 480g dan dedak padi 1200g). kemudian keempat campuran tersebut disatukan kemudian dipress, apabila telah terbentuk menjadi blok maka bagian tengahnya diberi lubang dan diberi pipa kecil. Setelah itu, dikeringkan sejenak dan dimasukkan ke dalam oven.
b) Urea Mineral Lick Block (UMLB)
Dalam pembuatan UMLB terdiri dari tiga campuran yaitu campuran I (Urea 200g, dedak 400g, mineral sapi 400g), campuran II (garam secukupnya), dan campuran III (semen 600g dan air secukupnya). Setelah itu, ketiga campuran tersebut dicampur menjadi satu dan dipress, apabila telah terbentukS menjadi blok maka bagian tengahnya diberi lubang dan diberi pipa kecil. Setelah itu, dikeringkan sejenak dan dimasukkan ke dalam oven.
c) Coming Block (CB)
Dalam pembuatan CB terdiri tiga campuran yaitu campuran I (molases 1 kg, dan garam 480g), II (dedak padi 1,2 kg, kapur 400 gr, semen dan air secukupnya). Setelah itu, kedua campuran tersebut dicampur menjadi satu dan dipress, apabila telah terbentuk menjadi blok maka bagian tengahnya diberi lubang dan diberi pipa kecil. Setelah itu, dikeringkan sejenak dan dimasukkan ke dalam oven.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Gambar 1. Urea Molases Block
LABORATORIUM INDUSTRI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
Sumber : Data Primer Praktikum Indutri Pakan, 2008.
Dari gambar di atas, terlihat gambar UMB yang telah dicetak dimana bahan-bahannya terdiri dari urea, molases, kapur, mineral sapi, garam, dedak padi, jagung, semen, dan air. UMB sangat penting bagi ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Hal ini sesuai dengan pendapat Bonga (2007) bahwa UMB terdiri dari beberapa bahan yaitu :
1. Molasis (tetes tebu atau gula jawa)
2. Onggok (limbah dari pabrik tapioka)
3. Dedak (halus atau kasar), lebih baik yang banyak menirnya
4. Tepung kedelai (kedelai giling)
5. Tepung daun singkong kering
6. Polard (dedak gandum)
7. Tepung tulang
8. Laktat mineral (mineral untuk ternak)
9. Kapur (injet)
10. Garam dapur
11. Pupuk urea atau ZA
12. Bungkil biji kapuk
13. Bungkil biji kedelai
14. Bungkil kelapa
Dari bahan-bahan tersebut merupakan sumber-sumber nutrient yang dibutuhkan oleh ternak khususnya ternak ruminansia. Akan tetapi, dalam praktikum yang kami lakukan hanya menggunakan beberapa dari bahan-bahan yang disebutkan di atas. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan bahan. Pembuatan UMB terdiri dari dingin. Pembuatan UMB dimulai dari pencampuran bahan, penga-dukan, pemanasan, percetakan sampai pengemasan. Rangkaian proses pembuatan UMB tergantung pada formula yang dipergunakan dan tujuan pemeliharaan ternak. Namun, secara garis besar proses pembuatan UMB dapat dibedakan menjadi tiga cara, yaitu secara dingin, hangat dan panas. Untuk itu, pada setiap formula diatas rekomendasi cara pembuatannya harus digunakan; akan tetapi pada kesempatan tersebut hanya diperkenalkan pembuatan secara panas. Berikut ini cara pembuatan UMB secara umum :
Bahan di timbang sesuai dengan komposisi yang diinginkan. Bahan yang berbentuk padat atau kering dicampur, dimulai dari yang jumlahnya paling sedikit, lalu ditambahkan ke bahan yang lebih besar sambil diaduk sampai rata. Setelah itu ditambahkan bahan yang cair sedikit demi sedikit sambil diaduk sehingga tidak terjadi gumpalan-gumpalan. Semua campuran tadi dipanaskan sambil terus diaduk sampai merata panasnya, lamanya pemanasan tergantung pada cara yang dipilih. Untuk cara dingin tidak dipanaskan, cara hangat dipa-naskan 3 – 4 menit dengan suhu tidak lebih dari 40 0C, sedangkan secara panas dipanaskan 20 menit dengan suhu 100-120 0C. Adonan UMB didinginkan dengan meletakan adonan pada suhu kamar. Hasil cetakan dikemas dengan plastik bening untuk memudahkan pengontrolan kualitas (mutu) UMB yang dihasilkan.
UMB sering juga disebut dengan pakan pemacu merupakan jenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba da dalam rumen. Hal ini disebabkan oleh salah satu bahan di dalam komposisi UMB merupakan bahan yang dapat membantu dalam pertumbuhan mikroorganisme rumen. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kartadisastra (1997) bahwa pakan pemacu dapat merangsang ternak ruminansia (sebagai induk semang) menambah jumlah konsumsi serat kasar sehingga akan meningkatkan produksi.
Pemberian UMB dapat diberikan tiap hari, hal ini sesuai dengan pendapat Yusuf (2008) yang menyatakan bahwa UMB diberikan dengan cara diletakan di tabung bambu atau dikotak pakan. Pakan suplemen ini diberikan pada pagi hari, jumlah-nya disesuaikan dengan tingkat konsumsi yang dianjurkan pada setiap jenis ternak. Untuk ternak besar (sapi dan kerbau) mencapai 350 gram/ekor/hari; kambing dan domba sebesar 120 gram/ekor/hari dan dapat bertahan selama 3-6 bulan.
Gambar 2. Urea Mineral Lick Block
LABORATORIUM INDUSTRI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
Sumber : Data Primer Praktikum Industri Pakan, 2008.
Ternak ruminansia dalam berproduksi utamanya susu membutuhkan mineral yang sangat tinggi sehingga mineral mutlak ada di dalam tubuh ternak, seperti calcium dan phosphor. Hal ini sesuai dengan pendapat Murti (2002) bahwa Mineral Ca dan P merupakan mineral yang dibutuhkan oleh sapi perah. Untuk kegiatan produksi, Ca dan P bersumber pada pakan ternak yang diberikan ataupun penambahan secara khusus. Rendahnya unsur Ca dan P dalam pakan akan menyebabkan berkurangnya hasil susu. Di samping itu, jika unsur Ca rendah akan menyebabkan Ca dalam tulang terpakai. Selain itu, Na dan Cl cukup penting bagi ternayaitu bagi pencernaan pakan untuk tujuan menghasilkan susu dan secara normal susu mengandung bermacam garam yang sangat penting bagi untuk menaikkan nafsu makan.
Sesuai dengan praktikum ini, telah dibuat pakan supplement bagi ternak ruminansia (Gambar 2.) yaitu UMLB (Urea Mineral Lick Block). Bahan yang digunakan dalam pembuatannya sama dengan UMB kecuali, tidak menggunakan bahan sumber energi yaitu molases sehinnga tujuan utama dalam pembuatan UMLB menitik beratkan pada penggunaan mineral.
Di Indonesia, kandungan mineral hijauan sangat rendah sehingga dengan pemberian UMLB dapat memberikan asupan mineral bagi tubuh ternak, hal ini sesuai dengan pendapat Devandra (1994) bahwa di daerah tropis, seringkali terjadi kekurangan mineral dalam ransum, karena banyak hijauan daerah tropis kandungan mineralnya rendah, khususnya kalsium dan phosphor.
Gambar 3. Coming Block
LABORATORIUM INDUSTRI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
Sumber : Data Primer Praktikum Industri Pakan, 2008.
Dari hasil di atas, menunjukkan gambar Coming Block, dimana prinsip kerja pakan suplemen tersebut hampir sama dengan prinsip kerja dari pembuatan UMB, tetapi di dalam pembuatan CB, tidak menggunakan urea sehingga UMB dapat dikonsumsi juga oleh ternak non ruminansia. Urea merupakan NPN (non protein nitrogen) hanya dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia karena NPN dapat dirubah menjadi NH3, kemudian nitrogen dari NH3 diikat dan dirubah menjadi asam amino. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonim (2007) bahwa NPN dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia sebagai sumber protein. Dan menurut Santosa (2006) bahwa urea hanya untuk ruminansia. Namun, bila hijauan pakannya mengandung energy sangat rendah maka ternak jangan diberi urea. Tujuan pemberian urea adalah untuk meningkatkan protein kasar di dalam ransum.
Jadi, CB (Coming Block) aman dikonsumsi oleh ternak non ruminansia karena tidak mengandung urea. Ternak non ruminansia tidak mampu mengubah urea menjadi protein karena tidak mempunyai rumen, selain itu populasi mikroorganisme di dalam lambung ternak non ruminansia yang membantu dalam mencerna serat kasar dan NPN.

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum mengenai pembuatan UMB, UMLB, dan CB dapat disimpulkan bahwa supplement bagi ternak ruminansia maupun ternak non ruminansia sangat penting, sehingga mahasiswa peternakan perlu mengetahui cara pembuatan pakan suplemen tersebut sehingga dapat diterapkan di masyarakat untuk membangun sub sektor peternakan di Sulawesi Selatan.

UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih disampaikan kepada kakak asisten (El-Vira), dan teman-teman Regulasi 05 terkhusus Emil Chandra Saputra yang membantu dalam dokumentasi praktikum ini. 

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2007. Bahan Ajar Nutrisi Ruminansia. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Bonga, S.M.D. 2007. Urea Molasis Block Pakan Suplemen (Permen Jilat Ternak) Ternak Ruminansia. Insidewinme.
Devendra, C. and Burns. 1994. Produksi Kambing Di Daerah Tropis. Penerbit ITB, Bandung.
Kartadisastra, 1997. Penyediaan Dan Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisius, Yogyakarta.
Murti, W.T. 2002. Ilmu Ternak Kerbau. Kanisius, Yogyakarta.
Santosa, Undang. 2006. Manajemen Usaha Ternak Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.
Yusuf, Didik. 2008. UMB (Urea Molasses Block) Permen Jilat Ternak. Blog-nya Peternak Indonesia, (http ://insidewinme.Blogspot.com)

1 komentar:

Angel Tan mengatakan...

PROMO FREECHIP SLOT ONLINE RP 50.000,- Bolavita

Menyambut Natal & Tahun Baru Tahun 2021. Agen Bolavita Bagi-Bagi Freechip Rp 50.000,- Untuk 100 User id Yang Klaim Pertama!
Anda bisa menikmati Bonus Freechip ini di Provider Vivoslot & Play1628 Yang Merupakan Penyedia Games Slot Online Populer Dengan Jackpot Besar Setiap Harinya.

Syarat & Ketentuan Freebet. Cek Link » https://bit.ly/33lU0cf

Atau Bisa Hubungi WA Angel Saja ya bosku :)
» Nomor WhatsApp : 0812-2222-995